Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi Ini jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!

Love & Friendship

[Image: loveandrelationshipclinic.wordpress.com]

24.4K
Pernah kepikiran ga: Mengapa ya, wanita yang notabene diciptakan Tuhan sebagai makhluk dengan kemampuan mengekspresikan diri dan perasaan dengan lebih baik, dalam kenyataannya ternyata justru buruk dalam berkomunikasi, terutama dengan pasangannya?

Pernah kepikiran ga: Mengapa ya, wanita yang notabene diciptakan Tuhan sebagai makhluk dengan kemampuan mengekspresikan diri dan perasaan dengan lebih baik, dalam kenyataannya ternyata justru buruk dalam berkomunikasi, terutama dengan pasangannya?

Contoh klasik, soal kata "tidak". Tahukah kamu kalau kata "tidak" - jika diucapkan oleh wanita - memiliki setidaknya 3 varian makna? "Tidak" bisa betulan berarti “tidak”, bisa juga berarti “iya”, tapi ada kemungkinan juga maksudnya adalah “ter-se-rah!” Nah loh! Bingung kan? Engga heran kalau kaum laki-laki seringkali dibuat ‘mabok’ dengan sikap wanita.

Kira-kira, kenapa ya wanita bisa seperti ini?

Percaya tidak percaya, bisa dikatakan lingkungan punya andil besar dalam membuat wanita berkomunikasi seperti itu. Pada umumnya, wanita tumbuh besar di lingkungan yang mengajarkan kepadanya supaya mempunyai “harga diri” di depan pria, dengan cara ya ... tidak mengatakan apa yang sesungguhnya ada di benaknya. Maksudnya? Begini, lingkungan telah membentuk pola pikir wanita bahwa mengakui perasaan secara jujur kepada pria adalah hal yang sangat memalukan dan dapat menjatuhkan harga diri; pria tidak suka pada wanita yang agresif. Lingkungan memberi stigma: wanita yang “mengemis cinta” adalah wanita murahan; gampang didapat nanti gampang juga dibuang. Atau, jika wanita berani meminta sesuatu, biasanya akan dicap sebagai “tidak tahu diri”, “banyak maunya”, dan anggapan-anggapan negatif lainnya. Akibatnya, ketika berkomunikasi, terutama dengan lawan jenis, tanpa disadari wanita akan cenderung menghindar untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan lugas. Mengapa demikian? Agar pria tidak meremehkan dan merendahkan dirinya.

Namun sayangnya, cara berkomunikasi seperti ini justru menjadi faktor penghancur relasi. Berikut adalah contohnya:


1. Update status di media sosial dengan harapan pasangan akan baca dan bertindak

“Duh, pengen banget deh nonton Film Ada Apa dengan Cinta 2,” Dara meng-update status di Facebook.

Sebentar-sebentar Dara memeriksa handphone, berharap ada notification dari Facebook atau ada chat dari Ronald. Moga-moga Ronald membaca dan mengajaknya pergi nonton, harap Dara dalam hati. Detik demi detik yang berlalu terasa begitu lambat. Dara merasa sangat gelisah.

“Ting,” handphone berbunyi. Sayang, bukan dari Ronald.

“Ting,” handphone berbunyi lagi. Dara senang! Ronald menghubungi.

Tetapi, sepanjang pembicaraan mereka, Ronald sama sekali tidak menyinggung soal AADC2, apalagi ngajak nonton. Ujung-ujungnya, Dara BT sendiri, lalu jadi ngambek engga jelas.

Ronald pun menjadi bingung, “Ada Apa dengan Dara?”


[Image: viunge.dk]

Jadi, mengapa wanita curhat di sosial media? Jawabnya: karena malu. Masa ngomong langsung ke gebetan kalau mau ngajak nonton film? Kan gengsi!

Nah, pola komunikasi semacam ini sering dilakukan oleh wanita, bukan hanya kepada gebetan, tetapi juga pada pasangan. Alasannya cuma satu: malu. Minta langsung? Nanti dibilang wanita agresif atau banyak maunya lagi! Ketakutan-ketakutan semacam itulah yang membuat wanita berlaku “konyol”. Update status di media sosial dengan harapan pasangan membaca dan mengerti maunya, adalah satu contohnya. Sayangnya, yang sering kali terjadi adalah sebaliknya. Pasangan, yang jadi alamat status update itu, tidak membacanya. Kalau pun baca, tidak peka juga maksudnya apa.

Bukan hanya hobi curhat di sosial media, tetapi wanita juga suka sekali muter-muter ketika bicara, ga langsung pada pokok pembahasan. Harapan wanita, ya ... dikau pikir dan terjemahkan sendiri dong maksudnya apa. Jadilah kalian seperti sedang main tebak-tebakan. Yang salah kena hukuman, ya! Hihihihi..

Jadi, inilah saran saya. Ladies, kalau mau sesuatu, bicarakan langsung ke pasangan. Tidak perlu bicara pakai mak comblang sosial media. Pesannya ga bakalan nyampe. Yang ada, nanti dibicarakan rame-rame di media sosial, tambah malu kan? Sedangkan saran saya buat kaum Adam, tolong hargai pasanganmu saat dia menyampaikan permintaannya secara langsung - selama permintaannya tidak keterlaluan. Dengan menghargai dirinya, tidak menyepelekan atau menganggap remeh apa yang dia ungkapkan, wanita akan merasa aman. Jika ia merasa aman, selanjutnya dia tidak akan ragu untuk menyampaikan secara langsung apa yang menjadi keinginannya kepadamu. Nah, kalau seperti itu kan kamu juga tidak akan dipusingin dengan ambekan-ambekan yang ga jelas lagi, bukan?

Baca Juga: Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Berbahaya Lain yang Dapat Membunuh Relasi



2. Hidup dalam asumsi sendiri

“Duh, kok chat aku ga dibalas-balas sih? Ke mana sih dia? Jangan-jangan lagi sama cewek lain! Apa dia sudah bosan ya sama aku?”

Ayo, ngaku! Siapa yang sering punya pikiran seperti itu? Wanita sering menjadi galau kalau pasangannya ga ada kabar atau tidak bisa dihubungi. Pikiran negatif biasanya sudah bolak balik berseliweran di benaknya. Padahal, bisa jadi pasangannya sedang sibuk kerja sehingga tidak bisa membalas chat. Bisa jadi juga handphone-nya sedang lowbat atau tidak dapat signal.

Girls, jangan buru-buru berpikiran buruk. Cowok akan jadi ilfil kalau terus-terusan dituduh yang engga-engga. Mereka biasanya juga akan jadi malas untuk menjelaskan jika belum apa-apa sudah diberondong dengan tuduhan-tuduhan yang belum jelas kebenarannya. Terkadang, ketika mereka memberi penjelasan, para wanita juga tidak mau mendengar atau selalu menyanggah. Akhirnya mereka akan sampai ke titik, “Oke, silakan hidup dengan asumsimu sendiri!”

Baca Juga: Bukannya Senang, 8 Perhatian Wanita ini Justru Malah Membuat Pria Ilfeel


[Image: onelovestreet.com]

Untuk para cowok, supaya pasanganmu tidak galau atau meneror secara membabi buta, cobalah komunikasikan dengan baik kegiatanmu. Hal ini tidak berarti kamu harus ‘laporan’ setiap saat, tetapi lebih ke membantu wanita untuk merasa tentram dan tidak berprasangka buruk. Daripada menunggu wanita bertanya, “Kamu ke mana aja sih? Kok ga balas chat aku? Telpon aku juga engga diangkat?!” ada baiknya kamu berinisiatif untuk menginformasikan terlebih dahulu, “Hari ini saya ada full meeting,” “HP saya sedang lowbat, ga bawa charger,” “Saya sedang ngumpul-ngumpul sama teman-teman,” “Saya sedang menyetir,” dan lain-lain. Sebenarnya wanita juga malas loh bertanya setiap saat, “Kamu lagi ngapain?” Tapi kami serba salah. Engga nanya, galau sendiri. Kalau nanya, dibilang cerewet.

Dalam setiap hubungan, harus ada rasa saling percaya. Jika rasa percaya itu telah hilang, maka hubungan akan menjadi sangat rentan. Maka dari itu, wanita, berikanlah kepercayaan penuh pada pasanganmu. Jangan mudah menuduh pasangan berselingkuh, kecuali sudah ada buktinya. Jangan hidup dalam asumsi! Para pria, kalian perlu tahu bahwa wanita terkadang hanya ingin konfirmasi saja. Jika memang tidak ada wanita lain, katakan dengan jelas bahwa tidak ada wanita lain di hatimu. Buatlah dia tenang. Dan, satu hal yang terpenting, jadilah pria yang dapat dipercaya. Jangan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Bila kepercayaan telah rusak, akan sangat sulit dan butuh waktu lama untuk membangunnya kembali. Jangan salahkan wanita yang menjadi cemburu buta, jika kamu memang pernah merusak kepercayaan darinya.

Baca Juga: Punya Pacar Luar Biasa Posesif Seperti Saya? Inilah 7 Cara untuk Mempertahankan Hubungan (dan, yang Terpenting, Kewarasan)



3. Lo, Gue, End

[Image: actitudfem.com]

Sebenarnya, banyak wanita ketika mengucapkan kalimat ini sama sekali tidak bermaksud untuk beneran putus atau cerai. Umumnya mereka hanya merasa kesal dengan situasi yang ada. Bisa jadi karena pasangannya melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Yang wanita inginkan sebenarnya hanyalah si pasangan introspeksi diri, minta maaf, dan 'baikin' dia kembali.

Jurus ‘lo, gue, end’ ini bisa saja berhasil dipakai beberapa kali. Memang, dengan jurus ini, wanita biasanya akan mendapatkan apa yang ia harapkan dari pasangannya. Akan tetapi, jurus ini akan kehilangan kesaktian dan malah jadi bumerang jika dipakai terus berulang kali. Wanita jadi kebablasan: untuk urusan sepele, langsung mengancam ingin putus. Lama kelamaan pria juga bisa capek sendiri. Dan, akan tiba suatu saat di mana dia tidak akan minta maaf lagi, melainkan beneran putusin atau ceraikan kamu.

Pernah mendengar ada pasangan yang cerai untuk urusan sepele? Itu terjadi karena sudah terlalu sering ancaman cerai dilontarkan. Akhirnya keputusan cerai itu terjadi. Saat wanita menyesal dan berusaha menarik kembali ucapannya, biasanya sudah terlambat. Pria yang sudah menyetujui akan berpisah, biasanya akan benar-benar melakukannya.

Ibu saya mengingatkan saya tentang hal ini. Jangan pernah megucapkan kata putus atau cerai dengan mudahnya. Jangan menjadikan kata-kata ini menjadi begitu ringannya untuk dilontarkan saat sedang emosi. Sebaliknya, pikirkanlah berkali-kali sebelum mengucapkannya. Jangan pernah mengucapkannya jika tidak benar-benar menginginkan perpisahan.

Sebaiknya, utarakan dengan jelas perasaan kita kepada pasangan, misalnya “Saya kesal dengan sikap kamu yang berulang kali ... [isilah titik-titik di samping dengan apa yang telah membuatmu kesal], saya merasa ... [tidak dihargai, misalnya].” Kalimat seperti itu akan lebih mudah ditangkap oleh pria. Dia jadi tahu apa sikapnya yang tidak kamu sukai, apa tindakannya yang melukai dirimu.

Bagi pria, hargailah pasanganmu ketika dia menyampaikan perasaan marah atau kecewanya. Jangan meremehkan perasaannya, menganggap sepele apa yang disampaikannya. Hal itu akan benar-benar melukainya.

Baca Juga: 4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh


Akhir kata, komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik jika kedua belah pihak tidak pernah mau belajar dan memperbaiki diri. Terkadang, harus diakui, sikap pria juga secara tidak langsung turut membentuk pola komunikasi wanita yang buruk. Wanita akan berkomunikasi dengan lebih baik bila pria mau menghargai wanita ketika mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Jangan remehkan, sebaliknya berikanlah rasa aman. Ingatlah bahwa komunikasi memegang peranan penting dan menentukan kesuksesan sebuah relasi.



Baca Juga:

Pria, Pahami dan Lakukan 5 Hal ini untuk Menaklukkan Sang Pujaan Hati

Buat Kamu yang Sering Bertengkar dengan Pasangan, 10 Cara ini Bisa Membuat Harmonis Hubungan Cintamu

Yakin Sudah Cocok dengan Pacar? 7 Perbedaan "Kecil" ini Bisa Menjadi Sumber Konflik dalam Pernikahan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi Ini jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Vonny Thay | @vonnythay

Seorang finance yang memiliki panggilan untuk menulis. Buku pertamanya telah di rilis pada bulan Mei 2017 yang berjudul, "Wonderful Single Life" telah terjual laris manis. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, kamu dapat membaca blog pribadinya di www.vonny

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar