3 Hikmah Cerita Ande-Ande Lumut ini akan Menolongmu Menemukan Jodoh

Reflections & Inspirations

[image: legendong]

908
Cowok baik-baik pasti mencari cewek yang baik-baik pula

“Jujur saja, saya terlalu picky, Pak Xavier,” ujar seorang pemuda di mobilnya suatu hari Minggu pagi. Siang itu saya memang bermaksud mengenalkannya kepada seorang cewek. Baik dia maupun keluarganya memang meminta saya untuk ‘mencarikan’ jodoh baginya. Saya bukan mak comblang, soalnya saya cowok. Namun, saya memang senang mempertemukan cowok dengan cewek baik-baik. Siapa tahu mereka jadian dan hidup dalam pernikahan bahagia selamanya. Itulah salah satu passion saya yang paling kuat.

Bukankan negara yang kuat dimulai dari keluarga yang sehat?

Bolehkan seorang cowok—dan tentu saja cewek—memilih calon pendamping hidupnya? Harus! Namun, sejeli apa dan secermat bagaimana dalam memilih pasangan hidup adalah seni hidup. Saat merenungkan ucapan cowok ganteng lulusan luar negeri yang masih menjomblo itu di usia 30-an itu, saya teringat lagu berbahasa Jawa klasik yang sering saya nyanyikan di kamar mandi. Syair lagu yang dipopulerkan oleh Waljinah ini—setelah saya renungkan—mengandung pelajaran yang indah dalam menentukan jodoh yang tepat. Begini liriknya:


ANDE-ANDE LUMUT

Putraku, Si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, sing ayu rupane Klenthing Abang iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, Ibu kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane Si Yuyu Kang-kang

brebesnews

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, sing ayu rupane Klenting Ijo iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, Ibu kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane Si Yuyu Kang-kang

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, sing ayu rupane Klenting Biru iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, Ibu kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane Si Yuyu Kang-kang Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut

Temuruna ana kere kang unggah-unggahi Kerene, ngger, kang olo rupane Klenthing Kuning iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula sampun purun Duh, Ibu kula purun mudhun Nadyan ala putri niki pilihan kulo


Sebelum melanjutkan, alangkah baiknya jika kita mengerti sedikit sejarah lagu ini. Ande Ande Lumut adalah seorang pangeran yang menyamar sebagai rakyat jelata. Karena ketampanannya, banyak gadis yang ingin diperistri olehnya.

Baca juga: Mengapa Aku (dan Mungkin Juga Kamu) Masih Sendiri? Sebuah Pengakuan

Di antara sekian banyak gadis itu, ada empat gadis anak janda yang menyatakan hasrat yang sama. Janda itu punya tiga anak kandung—Klenthing Abang, Klenthing Ijo, dan Klenthing Biru—yang berparas cantik dan satu anak tiri yang buruk rupa bernama Klenthing Kuning.

Agar bisa menemui Ande Ande Lumut, gadis-gadis itu harus menyeberangi sungai besar berarus deras yang dijaga oleh Yuyu Kangkang, siluman kepiting. Yuyu Kangkang bersedia menyeberangkan mereka asal mereka mau diciumnya. Ketiganya tanpa berpikir panjang menyerahkan kehormatannya kepada manusia jelmaan kepiting itu. Hanya Klenthing Kuning yang tidak mau. Dengan menggunakan tongkat saktinya dia memukul tubuh Yuyu Kangkang sehingga mau tidak mau menyeberangkannya tanpa imbalan apa pun.

Saat mereka menghadap satu per satu, pangeran tampan ini menolak karena mereka adalah ‘sisa’ dari Yuyu Kangkang. Sebaliknya, pangeran ini mau ‘turun’ menemui Klenthing Kuning karena masih bersih.

Pemuda tampan itu ternyata adalah penyamaran dari Prabu Panji Asmara Bangun sedangkan Klenthing Kuning adalah tunangannya yang meninggalkan tempat gara-gara prahara politik pada saat itu.

Kisah klasik ini begitu sarat makna. Permata berharga apa yang bisa kita jadikan ‘kalung’ di leher kita untuk mengingatkan kriteria yang baik dalam menentukan jodoh kita.


1. Cewek boleh nembak duluan

slate

Di Ribut Rukun, saya pernah menulis artil berjudul “Boleh nggak sih cewek nembak duluan?” Lagu kuno ini ternyata menunjukkan bahwa Ande Ande lumut justru didatangi cewek yang menaksirnya. Meskipun masih banyak yang menganggap bahwa cowoklah yang seharusnya mendatangi cewek, namun di zaman dulu pun ternyata cewek mendatangi cowok juga bukan masalah yang harus dibesar-besarkan.


2. Peran mak comblang jangan disepelekan

Tokoh yang disapa ‘ibu’ oleh pangeran tampan ini bisa dikatakan berfungsi sebagai perantara. Meskipun dia tidak menjodohkan pangeran itu dengan para Klenthing, namun dialah yang menjadi perantara di antara mereka. Sejak masih bertugas di Aussie sampai sekarang, saya paling senang mempertemukan cowok baik-baik dengan cewek baik-baik pula. Tentu saja istilah baik-baik ini bisa diperdebatkan. Adalah sukacita sejati jika saya bisa mempertemukan mereka dalam satu pernikahan yang bahagia.


3. Cowok baik-baik pasti mencari cewek yang baik-baik pula

Irene Wiryanto yang kuliah di LA, pernah membawakan saya sebuah buku berjudul "The New Rules for Love Sex & Dating". Di dalam buku klasik yang sudah lama saya baca ini, ada satu kisah menarik tentang seorang gadis bernama Denise yang setelah lulus kuliah, mengadu nasib di Atlanta. Begitu tiba di kota besar ini, dia yang dulunya dibesarkan di dalam keluarga yang rohani, berubah. Inilah ucapannya: “You know, it’s not that I quit believing what I used to believe; it’s just that I kind of took all of that and I just put ini on the back burner for a season. I decided when it came to dating and mu relationship with guys, I wasn’t going to factor God into the mix.” (hal. 48).

Baca juga: Cinta Terlambat Datang dan Saya Memilih Melewatkannya Begitu Saja

Intinya, dia memang tidak mau meninggalkan kepercayaannya kepada Tuhan, namun, jika itu masalah relasi dengan cowok dan pacaran, dia tidak mau melibatkan Tuhan.


freedesign

Inilah kekeliruan terbesarnya. Karena pola pikir yang salah kaprah itulah yang membuatnya terjun ke pergaulan bebas.

Meskipun begitu, di hati kecilnya dia tetap mendambakan seorang cowok baik-baik. Tentu saja di dalam pergaulannya yang buruk dia sulit menemukan kriteria cowok seperti itu sampai suatu kali seorang memperkanalkannya dengan Mitchel yang menurut Denise ‘the total package’: ganteng, berkepribadian baik, karier yang moncer dan segalanya.

Pada akhir pekan, dia mengendari mobilnya untuk pulang dan menemui ibunya. Dia ceritakan dengan berbunga-bunga bahwa dia sudah menemukan ‘cowok idaman’. “Ma,” ujar Denise, “He’s the kind of guy I’ve been looking for.

staticnews.moneycontrol


Mamanya meletakkan pakaian yang sedang dia lipat, menatap mata Denise tajam dan berkata, “Sweetheart, the problem is, a guy like that is not looking for a girl like you.

Ucapan ibunya itu bagaikan petir di siang hari bolong di telinganya. Deninse tersungkur dan menangis sejadi-jadinya. Inilah kriteria terbaik yang sayangnya justru dia abaikan selama ini!

Bukankah Ande Ande Lumut pun mencari gadis yang tetap teguh mempertahankan kesuciannya sehingga tidak mau disentuh oleh Yuyu Kangkang?

Guys, jadilah cowok atau cewek yang bertanggungjawab terhadap diri kalian seutuhnya. Jika kalian berharap untuk mendapatkan pasangan yang baik, jadilah pribadi yang demikian!

Hukum tabur-tuai dan kaidah kencana dari Sang Guru Agung, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” jadikan kalung dan pedoman moral dalam hidup kalian.


Masih ingin membaca artikel-artikel inspiratif lainnya? Klik di bawah ini:

Cinta Pertama: Jadi Kenangan atau Sebaiknya Diulang?

Pria Menggantungkan Hubungan, Layakkah Diberi Kesempatan?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Hikmah Cerita Ande-Ande Lumut ini akan Menolongmu Menemukan Jodoh". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar