3 Hal yang Saya Syukuri Karena Bisa Merayakan Natal di Tengah Keluarga Besar yang Berbeda Keyakinan

Reflections & Inspirations

Wefie bersama selalu jadi agenda wajib (dok pribadi).

5.6K
Merayakan Natal yang berkesan adalah bisa berkumpul, makan dan berbagi cerita bersama dengan mereka yang berbeda keyakinan.

“Jingle bells.. Jingle bells.. Jingle all the way..” Lagu tersebut pasti sering kita dengar ketika sedang berjalan di pusat perbelanjaan akhir-akhir ini. Pohon cemara dengan berbagai hiasan terlihat di sudut-sudut mall dan tidak jarang ada boneka santa dengan membawa karung hadiah di punggungnya.


Natal identik dengan perayaan sukacita oleh kaum Kristen, dimana semua berkumpul bersama untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Makan malam bersama dan saling bertukar kado antar anggota keluarga seolah menjadi hal yang wajib dilakukan setiap malam Natal.


Keluarga kami adalah satu-satunya yang beragama Kristen di tengah keluarga besar yang beragama Muslim, gemar mendengarkan lagu-lagu gereja yang bernada gembira adalah awal keluarga kami mengenal Tuhan Yesus. Dari lagu-lagu tersebut kami menjadi semakin yakin untuk lebih mengenal dan kemudian memutuskan mengikut Dia. Setiap Natal keluarga kami tidak pernah merayakan secara sendiri, namun kami mengundang keluarga besar kami yang berbeda keyakinan untuk hadir, makan bersama serta berbagi cerita antara satu dengan yang lain. Berikut hal yang saya syukuri dari Natal dan keluarga besar.


1. Toleransi yang Luar Biasa

sumber gambar: pgi.or.id

Saya tahu persis beberapa dari keluarga besar merupakan pemeluk keyakinan yang cukup kuat dan cukup tegas dengan apa yang mereka percaya. Namun dengan toleransi yang luar biasa mereka selalu datang ke rumah setiap tahun untuk mengucapkan selamat Natal dan merayakan Natal dengan makan bersama kami, tidak jarang mereka juga membawa masakan dari rumah untuk dapat dinikmati bersama-sama.


2. Saling Menghormati Kepercayaan

merayakan ulang tahun papa bersama keluarga besar (dok pribadi).

Kepercayaan adalah hal yang sensitif untuk dibicarakan terlebih lagi jika narasumber pembicaraan tersebut mempunyai kepercayaan yang berbeda. Ketika merayakan Natal dan larut dalam sukacita bersama keluarga besar, kami tidak pernah membahas isu-isu SARA yang ada terutama hal-hal yang berbau provokasi. Pembicaraan ringan dan sharing pengalaman hidup menjadi hal yang lebih menyenangkan untuk dibagi bersama dengan keluarga yang lain.


3.Berbagi Sukacita Tanpa Memandang Latar Belakang

Wefie bersama, lupakan obat serangga yang ada (dok pribadi)

Kegiatan utama adalah makan, makan dan makan ketika merayakan Natal di rumah kami, sejumlah besar masakan sudah kami persiapkan bagi keluarga besar yang tentu saja masakan tersebut bisa dipastikan Halal 100%. Beberapa keluarga juga membawa masakan sendiri dari rumah untuk dinikmati bersama dengan yang lain. Selain makan, beberapa anak kecil dapat dipastikan berkumpul bersama di depan televisi untuk melihat DVD yang diputar. Bagi para bapak-bapak, topik seputar ekonomi dan politik dan dinamikanya adalah hal yang sangat seru untuk dibahas bersama, tidak jarang ada beberapa yang menjadi analis ekonomi dan politik dadakan.


Merayakan Natal yang berkesan tidak harus di Gereja ataupun menghadiri perayaan Natal yang meriah di banyak tempat, namun bisa berkumul bersama dengan keluarga besar yang berbeda keyakinan, makan bersama dan berbincang bersama jauh lebih berkesan dibandingkan dengan yang lain. Selamat Natal.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Hal yang Saya Syukuri Karena Bisa Merayakan Natal di Tengah Keluarga Besar yang Berbeda Keyakinan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar