Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Lakukan 3 Pemeriksaan Penting ini Sebelum Mengambil Keputusan tentang Kelanjutan Hubungan

Singleness & Dating

[Image: ehloo.com]

112.2K
"Bagi saya keperawanan memang bukan syarat utama untuk melanjutkan sebuah relasi yang serius, namun persoalan kekasih pernah jatuh dalam dosa seksual dengan mantan tak sekadar soal keperawanan saja."

Jika kamu adalah seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan menjaga kekudusan seksual dalam berpacaran, mendapati fakta bahwa kekasih pernah berhubungan badan dengan mantannya tentu adalah sebuah hal yang serius. Mau tidak mau, kegalauan hati akan melanda. Apalagi, ketika kamu mencari pertimbangan dan nasihat dari orang-orang terdekat, ternyata nasihat-nasihat tersebut tidak sama, bahkan saling bertolak belakang. Yang satu tanpa perasaan berkata, "Putuskan saja!" sedangkan yang lain berpendapat, "Kalau cinta, terima apa adanya."

Baca Juga: Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka, Apa Sikap Terbaik yang Bisa Dilakukan?


Sahabat saya pernah mengalami hal tersebut. Ia kemudian membagikan pengalaman dan pengetahuan yang amat berharga kepada saya tentang bagaimana ia berhasil mengambil keputusan yang tepat dan mengatasi kegalauan hati akibat masalah ini.

"Bagi saya keperawanan memang bukan syarat utama untuk melanjutkan sebuah relasi yang serius, namun persoalan kekasih pernah jatuh dalam dosa seksual dengan mantan tak sekadar soal keperawanan saja," ungkapnya. Ia pun kemudian menceritakan berbagai dampak buruk akibat dosa masa lalu pada mantan kekasihnya, yang tentunya berdampak buruk juga terhadap relasi mereka berdua. Tak ayal lagi, perselisihan dan pertengkaran selalu mewarnai hubungan mereka.

"Dalam masa-masa itu, pergumulan demi pergumulan yang saya hadapi membuat saya berpikir ulang. Sungguhkah atas nama cinta maka semua akan beres? Apakah dosa seksual kekasih di masa lalu tidak akan menimbulkan masalah dalam hubungan masa kini?" tanya sahabat saya waktu itu.

Baca Juga: Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal Penting ini Ikut Lenyap


Dalam segala usaha untuk mempertahankan relasi tetap pada jalur menjaga kekudusan seksual, sahabat tersebut melakukan 3 check up penting berikut, yang juga dipesankannya pada saya jika hendak memberi bimbingan pada mereka yang mengalami kegalauan karena kasus yang serupa dengan dirinya:


1. Cek Perubahan Hidup

[Image: courtneydefeo.com]

Hal pertama yang harus dicek saat mengetahui kekasih pernah berbuat asusila di masa lalunya adalah apakah ada penyesalan dan pertobatan yang nyata akan kesalahan di masa lalu tersebut.

Kasih menutupi banyak kesalahan. Itu benar! Akan tetapi, bukan berarti menutup mata terhadap ada atau tidaknya sebuah penyesalan dan pertobatan atas kesalahan masa lalu.

"Setelah sekian kali Ia merengek untuk diperlakukan dengan "cara" tertentu, bahkan berani berkata minta "digauli" untuk menyelesaikan perselisihan, saya mulai menyadari satu hal: sesungguhnya Ia belum pernah bertobat dari dosa masa lalunya tersebut," ujar sahabat saya. "Dan, ini dikonfirmasi pula oleh jawabannya ketika saya bertanya bagaimana pendapat dan pandangannya sekarang tentang saat-saat ketika Ia dulu "melakukannya" bersama sang mantan. Ia menjawab, 'Semua teman akrab saya melakukannya dengan pacar mereka.' Bagi saya, ini bukan jawaban yang menunjukkan pertobatan, melainkan pembenaran diri," lanjut sahabat saya.

Tanpa penyesalan dan pertobatan, sang kekasih akan berusaha merayu dan menyeret kita untuk juga ikut melakukan pre-marital sex. Hal ini disebabkan karena Ia tidak punya tekad untuk mengontrol keinginan seksualnya yang telah makin menjadi-jadi setelah pengalaman yang Ia alami. Dan, tentunya, pacar adalah orang yang akan Ia jadikan sebagai 'tempat' untuk memuaskan 'kebutuhan' seksual yang telah terlanjur menjadi-jadi tersebut.

Bagaimanapun, kita adalah manusia biasa, bila berlama-lama membiarkan diri dalam tekanan dan godaan seksual seperti itu maka suatu saat kita pun akan jatuh bersamanya.

Tekanan seksual tidaklah sama dengan tekanan di dalam pekerjaan. Dalam tekanan pekerjaan, endurance, sikap untuk tetap bertahan menghadapi situasi tersebut akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih tangguh. Namun, dalam menghadapi tekanan seksual, sikap bertahan - tidak keluar dari tekanan - justru akan membuka kesempatan bagi kita untuk jatuh dan merusak diri kita sendiri.

Godaan seksual adalah untuk dihindari, bukan dihadapi.

Pertobatan pribadi pasangan yang pernah jatuh dalam dosa seksual adalah sebuah hal yang mutlak jika ingin tetap melanjutkan hubungan yang murni.



2. Cek Kondisi Emosional

[Image: mindfulrunning.org]

Dosa seksual seseorang di masa lalu pasti memberikan dampak secara emosional, selain dampak-dampak lainnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Dosa, inilah 7 Manfaat Menolak Seks Pranikah

Jangankan mereka yang belum menyesali dosa seksualnya, sekalipun sang kekasih telah bertobat, dampak emosional dosa seksual di masa lalu akan tetap dirasakan dan sangat mengganggu relasi, kecuali yang bersangkutan telah melewati tahapan pemulihan berupa terapi dan konseling. Proses pemulihan dan konseling tersebut harus dijalani dengan tuntas sebelum ada keputusan menikah, bukan setelah pernikahan.

"Kami terlalu sering bertengkar untuk hal yang tidak penting dan seringkali untuk alasan tidak masuk akal buat saya. Ia seringkali curiga saya "main hati" dengan perempuan lain tanpa bukti. Tak jarang Ia marah saat saya bercerita tentang teman perempuan, padahal sehari-hari yang saya ceritakan macam-macam, baik teman laki-laki maupun perempuan. Yang lebih aneh lagi, Ia menuduh saya tidak percaya kesetiaannya. Pada akhirnya, karena terdorong oleh emosinya yang labil, Ia berusaha membuat saya cemburu dengan pergi selama beberapa hari ke luar kota dengan pria yang baru dikenalnya. Saya tidak pernah tahu apa sesungguhnya yang terjadi selama beberapa hari dan beberapa malam itu," tutur sahabat saya dengan sedih.

Emosi yang labil dan rusak memang bisa membuat seseorang melakukan berbagai hal bodoh dan membahayakan baik bagi dirinya dan orang lain. Dan tentunya, emosi yang rusak akan terus-menerus melukai sebuah relasi, sebaik apa pun kekasih barunya, sahabat saya itu.



3. Cek Kesehatan

[Image: healthzoneng.wordpress.com]

Sahabat saya melakukan cek kesehatan pada kekasihnya segera ketika Ia tahu bahwa kekasihnya pernah jatuh dalam dosa seksual di masa lalunya. Namun, sebenarnya ini adalah langkah terakhir yang harus dilakukan setelah mendapatkan hasil dari dua tahap pemeriksaan di atas: cek pertobatan dan cek kondisi kesehatan emosional.

Cek kesehatan wajib dilakukan jika hendak melanjutkan hubungan ke pernikahan. Bisa dibayangkan betapa menyedihkan jika orang yang tidak bersalah harus tertular penyakit menular seksual, bahkan yang mematikan seperti AIDS misalnya, hanya karena tidak pernah melakukan check up kesehatan sebelum pernikahan.


Akhir kisah, sahabat saya harus mengakhiri hubungan karena kekasihnya tidak lolos di dua check up yang pertama. Sekalipun secara fisik sehat, namun ketiadaan self-control pada diri kekasihnya itu selalu membuat masalah baru bermunculan. Keberanian untuk berselingkuh adalah salah satunya. Jikalau seseorang berani melanggar kekudusan seksual sebelum pernikahan dan tidak pernah bertobat, maka Ia punya punya dasar yang kuat untuk juga tidak menghargai kekudusan seksual dalam pernikahan. Alasan kedua, yang sama kuatnya dengan alasan pertama, adalah demi mempertahankan kesucian seksualnya sendiri. Sekalipun Ia sadar, amat berat tantangannya, terlebih baginya sebagai seorang laki-laki. Alasan ketiga, setelah menjalani beberapa sesi konseling, kekasihnya memutuskan untuk menghentikan proses tersebut dan tetap mempertahankan perilaku lamanya.

Kepada sahabat saya itu, hanya satu kalimat ini yang saya katakan, "Engkau sudah membuat keputusan yang tepat!"



Baca Juga:

Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mendapatkan Keperawananmu sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya

Hamil di Luar Nikah? Bukan Hanya Aborsi atau Terpaksa Menikah Solusinya. Renungkan 7 Hal ini!

3 Modus Andalan Para Lelaki Buaya Darat untuk Memangsa Korban. Begini Caramu Mendeteksi agar Tidak Jadi Korbannya!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Lakukan 3 Pemeriksaan Penting ini Sebelum Mengambil Keputusan tentang Kelanjutan Hubungan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar