3 Alasan untuk TIDAK Mengajak Anak-Anak Menonton Cars 3

Parenting

[Photo credit: disney pixar]

8.5K
Tak selalu film anak-anak membawa pesan yang cocok bagi anak-anak.

Hampir sebulan berlalu sejak anak-anak memberitahu bahwa film Cars 3 akan segera tayang di bioskop-bioskop di Indonesia. Saya pun berjanji untuk mengajak mereka menonton film ini secepat mungkin tersedianya waktu untuk pergi bersama-sama. Akhirnya, hari Rabu sore, selepas anak-anak pulang sekolah, kami sekeluarga menonton fim Cars 3 di hari penayangan perdananya di Surabaya.

Tak banyak yang duduk menonton bersama kami di studio, mungkin karena hari itu bukan hari libur nasional. Mayoritas penonton adalah anak-anak yang datang bersama dengan orangtua mereka.

Setelah menikmati film ini selama kurang lebih 1,5 jam, saya menyimpulkan, alur cerita film ini menarik, tapi tak cocok bagi anak-anak. Ini 3 alasannya:



1. Tema cerita Cars 3 tak sesuai dengan usia anak-anak

Berbeda dengan Cars 1 yang mengusung tema pentingnya berlatih dan mempunyai kerendahan hati sebagai juara, tema Cars 3 kurang mengena pada pergumulan anak-anak. Cars 3 bercerita tentang Lightning Mcqueen yang mengalami kekalahan dari pendatang baru, Jackson Storm. Sebuah kekalahan yang menyakitkan bagi Mcqueen yang mulai menua dan tak secepat dahulu kala. Ia harus menyadari bahwa dirinya kini tak sehebat ia di masa lalu, sementara pesaing baru, yang didukung dengan kecanggihan teknologi mutakhir, terus bermunculan.

[Photo credit: disney pixar]

Saya merasa kisah tentang sang jagoan yang mulai menua dan harus menerima kekalahan dari pesaing muda kurang kena pada masalah yang dihadapi anak-anak. Pada umumnya, anak-anak dalam rentang usia 6-12 tahun masih berada dalam upaya untuk mengenal dan memanfaatkan potensi diri. Belum cukup umur untuk memahami bahwa ada faktor usia yang tak dapat dilawan, dan seiring dengan itu penurunan kekuatan diri mewujud nyata.

Memang ada bagian kisah tentang bagaimana McQueen memotivasi Ramirez untuk menemukan kepercayaan dirinya dan tampil ke muka. Namun, bagi saya, bagian ini lebih bertumpu pada kesadaran McQueen tentang kondisinya, daripada sebuah upaya sengaja dan terencana untuk melakukan mentoring bagi generasi yang lebih muda.

Cars 3 adalah kisah kesediaan untuk meneruskan tongkat estafet. Kurang cocok untuk anak-anak, yang seharusnya masih berpikir tentang kesiapan menerima tongkat estafet.

Saya malah menyarankan Anda mengajak orang-orang yang bisnisnya dulu jaya tapi kini merana untuk menonton film ini. Demikian juga, fim ini mungkin cocok bagi mereka yang sudah berada pada usia persiapan pensiun agar lebih ikhlas menerima perubahan yang terjadi dalam diri dan dunia mereka. Bagi anak-anak? Rasanya kurang kena.

Baca Juga: Moana: 5 Pelajaran Penting tentang Mempersiapkan Masa Depan Anak



2. Dialog-dialognya relatif berat bagi anak-anak

Nah, Anda bisa membayangkan bukan, tema yang tak sesuai dengan usia anak-anak itu dikemas dalam kisah tentang perlombaan balap mobil? Anak-anak sudah tentu menikmati pelbagai macam tipe mobil yang ditampilkan dan aneka lomba balapan mobil.

Namun, dialog-dialog yang terkait tentang tema inti yakni menerima penurunan kualitas diri di tengah makin maraknya persaingan mungkin terlalu berat bagi mayoritas anak. Nasihat-nasihat bernas yang muncul di dalamnya mungkin akan terlewatkan begitu saja bagi sebagian anak-anak.

Ada juga, sih, dialog-dialog yang mungkin kena dengan pergumulan anak-anak. Ketika Mcqueen berupaya menumbuhkembangkan kepercayaan diri dari si mobil kuning, Cruz Ramirez, contohnya.

[Photo credit: tvshow.me]

Sayangnya, dialog-dialog yang lebih berupa pemberian motivasi ini juga tampaknya lebih cocok dengan orang dewasa, yang sudah mengenal dunia motivasi dan sugesti diri.

Baca Juga: Satu Pelajaran Mahapenting bagi Orangtua dari Film Spider-Man: Homecoming



3. Kurang lucu dan kurang seru

Tak cukup banyak adegan seru dan lucu di sepanjang film ini. Ada bagian-bagian seru, ketika si mobil merah dan kuning mengikuti perlombaan yang keliru, misalnya. Namun, bagian ini tak cukup panjang dan tak cukup seru bagi anak-anak.

Ketika menemani anak-anak menonton, tak jarang saya mendengar gelak tawa renyah khas anak-anak, malah kadang juga tepuk tangan meriah ketika sang jagoan menang. Sayangnya, selama 1,5 jam menonton Cars 3, saya tidak menemukan hal-hal ini.

Berbeda misalnya dengan ketika kami menonton Boss Baby. Tema kisah film itu cukup serius, namun bertebaran adegan dengan tingkat kelucuan maksimal di dalamnya.

Sepanjang Cars 3, sesekali Alden [11 tahun] tertawa, sementara Clay [7 tahun] tampak bengong. Beberapa kali orang dewasa di depan saya tergelak, sementara anak-anak duduk diam.

Beberapa humornya sulit dicerna dengan cepat oleh anak-anak. Berlalu dengan begitu cepat.

Baca Juga: 9 Life Lessons dari 9 Karakter Zootopia yang Akan Membuatmu Memandang Hidup dengan Lebih Bijak



[Photo credit: greenscene.co.id]

Ya, begitulah kesimpulan saya setelah menghabiskan kurang lebih 1,5 jam menyaksikan Cars 3. Bagi saya sih, Cars 1 jauh lebih pas tema, kadar keseruan dan kelucuannya dibandingkan dengan seri 3 ini.

Jadi, jika Anda mengharapkan film yang seru, lucu, dan menghibur bagi anak-anak, maka Cars 3 bukanlah jawabannya.

Anda setuju?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Alasan untuk TIDAK Mengajak Anak-Anak Menonton Cars 3". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar